SUMBAROPINI – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyelenggarakan Pelatihan Fotografi Dasar dan Fotografi Produk bagi UMKM binaan sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam menghasilkan konten visual yang menarik, informatif, dan bernilai jual di era digital.
Pelatihan ini menghadirkan fotografer profesional Qodrat Al Qadri sebagai pemateri yang membawakan materi secara praktis dan aplikatif, mulai dari teknik dasar fotografi hingga fotografi produk.
Materi yang disampaikan meliputi pemahaman komposisi visual, pemilihan sudut pengambilan gambar, pemanfaatan pencahayaan alami, hingga praktik langsung memotret produk menggunakan kamera sederhana maupun telepon genggam.
Kegiatan ini dibuka oleh Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, yang menekankan pentingnya penguatan kemampuan visual bagi pelaku UMKM dalam mendukung promosi produk dan pengembangan usaha.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman bahwa foto merupakan kesan pertama dari sebuah produk. Dengan teknik yang tepat, produk sederhana dapat tampil lebih profesional dan memiliki daya tarik yang kuat di mata konsumen.
Peserta juga diajarkan prinsip dasar fotografi produk, seperti fokus pada satu produk utama, komposisi yang rapi, serta penggunaan latar belakang sederhana agar pesan visual tersampaikan dengan jelas.
Pemateri pelatihan, Qodrat Al Qadri, menyampaikan bahwa fotografi produk tidak selalu membutuhkan peralatan mahal, melainkan lebih menekankan pada pemahaman konsep dasar dan kepekaan visual.
Fotografi produk pada dasarnya adalah bagaimana menyampaikan cerita dan nilai dari sebuah produk melalui visual.
Dengan penguasaan komposisi, pencahayaan, dan sudut pengambilan gambar yang tepat, produk UMKM dapat tampil lebih menarik meskipun hanya menggunakan kamera ponsel.
“Yang terpenting adalah konsistensi, kesederhanaan, dan fokus pada keunggulan produk,” ujarnya.
Salah satu mitra UMKM binaan Pertamina, Yeni Herlina, pemilik usaha Lina Souvenir, mengaku pelatihan ini memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha kecil.
“Selama ini kami memotret produk seadanya. Melalui pelatihan ini, saya jadi memahami cara mengambil foto yang lebih rapi, terang, dan menarik, meskipun hanya menggunakan ponsel,” katanya.
Ilmu yang didapat sangat membantu untuk meningkatkan tampilan produk Lina Souvenir saat dipasarkan di media sosial dan marketplace,” imbuhnya.
Sementara itu, Fahrougi Andriani Sumampouw menyampaikan bahwa pelatihan fotografi produk ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam meningkatkan kapasitas UMKM binaan agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan promosi dan pemasaran di era digital.
Menurutnya, penguatan keterampilan visual menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan daya saing produk UMKM di tengah perkembangan platform digital dan marketplace yang semakin kompetitif.
Pelatihan ini membekali peserta dengan pemahaman perangkat fotografi, teknik visual dan komposisi, serta pengelolaan konten lintas media yang aplikatif untuk mendukung promosi usaha.
“Dengan kemampuan visual yang baik, pelaku UMKM dapat menampilkan produknya secara lebih profesional dan menarik,” ujar Fahrougi.
Ia menegaskan bahwa Pertamina tidak hanya menjalankan peran utama dalam mendistribusikan energi seperti BBM dan LPG ke seluruh wilayah Nusantara, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui program pembinaan UMKM yang berkelanjutan.
UMKM merupakan penggerak ekonomi lokal yang perlu terus didukung melalui peningkatan keterampilan yang relevan dan bernilai tambah.
Kekuatan visual melalui fotografi memiliki peran strategis dalam menarik minat konsumen, memperkuat citra produk, serta meningkatkan nilai jual.
‘Melalui pelatihan ini, kami berharap UMKM binaan Pertamina dapat naik kelas, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing hingga ke tingkat nasional dan global,” tambah Fahrougi.
Melalui program ini, Pertamina turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).(Red)







