SUMBAROPINI – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto mulai melakukan langkah akselerasi dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2026.
Ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada periode Juni hingga Juli mendatang. Langkah strategis ini diambil menyusul terbitnya Surat Keputusan (SK) revisi kepengurusan KONI Sawahlunto tertanggal 14 Januari 2026.
Melalui SK Nomor 39 Tahun 2026 tentang Pergantian Antar Waktu (PAW), kepengurusan di bawah kepemimpinan H. Jhon Reflita, S.H., segera melakukan konsolidasi internal serta percepatan program pembinaan atlet.
Ketua Umum KONI Sawahlunto, H. Jhon Reflita, menegaskan bahwa mengingat waktu persiapan yang relatif singkat, pihaknya tidak akan menunda pelaksanaan program kerja.
“Waktu kita tidak panjang. Porprov ini agenda strategis, jadi tidak ada ruang untuk bekerja setengah-setengah,” ujar Jhon Reflita.
Sebagai tindak lanjut, KONI Sawahlunto menggelar rapat terbatas di Sekretariat KONI yang dilanjutkan dengan rapat pra-persiapan pada Jumat (16/1/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus inti yang tergabung dalam Tim 10 KONI Sawahlunto. Hasil utama dari rapat tersebut adalah kesepakatan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Persiapan Porprov XVI Sumbar 2026.
Dalam struktur organisasi Satgas tersebut, H. Jhon Reflita bertindak langsung sebagai penanggung jawab. Bidang persiapan atlet, yang mencakup proses seleksi serta pemetaan cabang olahraga unggulan, akan dikoordinasikan oleh Wakil Ketua Umum I, Boy Purbadi.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum II, Heru Apri Oval, bertanggung jawab atas kesiapan Kota Sawahlunto sebagai tuan rumah untuk sejumlah cabang olahraga.
“Target kami jelas. Atlet harus siap bertanding dan Sawahlunto harus siap menjadi tuan rumah beberapa cabang olahraga secara profesional,” tambahnya.
Proses administrasi pembentukan Satgas ini ditargetkan selesai pada pekan depan bersamaan dengan penandatanganan SK resmi. Satgas tersebut nantinya akan melibatkan berbagai sektor, mulai dari internal KONI, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, hingga pihak ketiga.(Red)


