Sumbar

KAI Divre II Sumbar Lakukan Cek Lintas Kuraitaji–Cimparuh Jelang Angkutan Lebaran 2026

0
×

KAI Divre II Sumbar Lakukan Cek Lintas Kuraitaji–Cimparuh Jelang Angkutan Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini

SUMBAROPINI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) melaksanakan kegiatan cek lintas pada petak jalan Stasiun Kuraitaji–Cimparuh, Rabu (28/1), sebagai upaya meningkatkan keselamatan operasional kereta api menjelang Angkutan Lebaran 2026.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen KAI Divre II Sumbar dalam menjamin keandalan prasarana perkeretaapian serta mencegah potensi kecelakaan, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Idul Fitri.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh Tri Setyawan, dalam arahannya saat pelaksanaan safety briefing, menekankan pentingnya kewaspadaan seluruh petugas di lapangan, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta penguatan budaya keselamatan kerja. Ia juga mengingatkan potensi risiko operasional akibat kondisi alam dan cuaca ekstrem di wilayah Sumatera Barat.

Selain itu, Muh Tri Setyawan menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk melakukan pengisian Formulir Identifikasi dan Penanganan Risiko (IBPR) serta segera menindaklanjuti setiap catatan temuan selama kegiatan berlangsung.

Dalam pemeriksaan tersebut, jajaran manajemen KAI Divre II Sumbar melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi rel, bantalan, ballast, wesel, sistem persinyalan, keamanan emplasemen, aset PT KAI, perlintasan sebidang, serta sistem drainase, khususnya pada titik-titik yang berpotensi mengalami banjir.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menjelaskan bahwa kegiatan cek lintas tidak hanya dilakukan pada momen tertentu seperti menjelang Lebaran, tetapi merupakan program rutin perusahaan.

Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi potensi bahaya, memitigasi risiko di lapangan, serta meningkatkan keselamatan dan keamanan operasional kereta api.

“Pemeriksaan lintas ini merupakan bagian dari komitmen KAI Divre II Sumbar dalam menciptakan perjalanan kereta api yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan,” ujar Reza.

Pada kesempatan yang sama, KAI Divre II Sumbar juga melaksanakan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang kereta api resmi tidak terjaga serta kepada masyarakat yang berada di sekitar jalur kereta api.

Reza menyampaikan bahwa setiap harinya Divre II Sumbar mengoperasikan sebanyak 28 perjalanan kereta api penumpang dan 24 perjalanan kereta api barang (klinker/semen).

Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh pengguna jalan raya agar selalu waspada saat melintasi perlintasan kereta api dengan memastikan kondisi aman melalui tengok kanan dan kiri.

Ia menegaskan bahwa pelanggaran di perlintasan sebidang, seperti menerobos palang pintu, mengabaikan semboyan 35 (klakson), serta rambu-rambu peringatan lainnya, merupakan tindak pidana lalu lintas.

Pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api, dan KAI berhak menuntut ganti rugi kepada pihak-pihak yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

“Pelanggaran di perlintasan sebidang tidak hanya membahayakan keselamatan jiwa, tetapi juga melanggar hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” jelasnya.

Kegiatan cek lintas diakhiri dengan safety talk untuk mengevaluasi hasil pemeriksaan serta memastikan tindak lanjut atas temuan di lapangan. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari rangkaian kesiapan operasional KAI Divre II Sumbar dalam menghadapi masa Angkutan Lebaran 2026.

Selain fokus pada aspek teknis prasarana, KAI Divre II Sumbar juga terus memperkuat budaya keselamatan di lingkungan internal perusahaan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang kereta api.

“Dengan berbagai upaya preventif yang dilakukan secara berkelanjutan, KAI Divre II Sumbar berkomitmen memberikan layanan transportasi kereta api yang mengutamakan keselamatan, keandalan, dan kenyamanan bagi masyarakat,” tutupnya.(Red)